Selasa, 06 Maret 2012

anak IPS tidak suka matematika

sangat miris melihat kelakuan anak kelas XII IPS, saya yakin tidak semua anak IPS itu berprilaku seperti itu, saat tiba di sekolah tadi saya diminta mengawas mid semester oleh wakasek kesiswaan, saat masuk ruang 4 ternyata saya mengawas d'kelas XII IPS dan tambah lagi saat itu adalah pelajaran matematika, perasaan saya mulai tak enak, karena setahu saya kelas IPS di sekolah itu tidak menyukai pelajaran matematika, dan ternyata dugaan saya tidak salah, saat saya membagikan soal dan lembar jawaban 80 % di kelas itu tidak ada yang membaca soal, mereka malah bercanda, menggambar LJK, dan tidur. saya sengaja tidak berkata apa-apa, karena saya ingin mengetahui siapa yang benar-benar mengerjakan soal itu minimal soalnya dibaca gitu,,
hmmm, rasanya ingin menangis berada di ruang itu, saya merasa sakit meskipun saya bukan guru mereka, dalam benak saya ingin rasanya mengajari mereka matematika satu per satu agar semuanya bisa dan senanng dengan pelajaran matematika, tapi pikiran saya kembali berbisik apakah mereka mau, karena sampai saat ini saja yang menjadi titik kritis mereka dalam belajar mereka tidak mau melirik matematika, padahal seperti yang kita tahu matematika itu sangat penting dan salah satu pelajaran yang di UNkan adalah matematika, sungguh tak dapat dibayangkan bagaimana jadinya mereka kalau saat UN mereka mendapat pengawas yang super ketat dan mereka tidak mendapat bantuan dari manapun, mungkin orang tua mereka semua akan menangis menyaksikan anak-anaknya tidak lulus sekolah.
40 menit terakhir menjelang berakhirnya jam ujian, saya mendekati siswa satu per satu, dan ada salah satu siswa yang saya tegur karena kertas ujiannya masih kosong, dia bilang kalau dia males mengerjakan soal matematika, kemudian saya memberikan nasehat kepada semua siswa, kalau matematika itu penting dan salah satu pelajaran yang di UN kan, tapi mereka malah bilang kalau nanti juga dapat contekan.
hmmm, sedih melihat mereka semua, apalagi saya menjadi guru mereka, sudah setulus hati mengajar tapi tidak dianggap sama sekali sampai-sampai unuk melihat soal pun mereka segan.
mudah-mudahan ini untuk terakhir kalinya saya melihat siswa seperti itu. -_-

Jumat, 02 Maret 2012

indah_mathedu: PR untuk Guru Matematika

indah_mathedu: PR untuk Guru Matematika: selasa, 29 februari lalu ada dua orang anak SMA yang mendekati saya saat saya sedang duduk, kedua siswa itu adalah siswa yang saya ajar di k...

PR untuk Guru Matematika

selasa, 29 februari lalu ada dua orang anak SMA yang mendekati saya saat saya sedang duduk, kedua siswa itu adalah siswa yang saya ajar di kelas XB tempat saya PPKT (Praktek Profesi Keguruan Terpadu), saya menegur siswa yang pertama katakan saja A, saya: "A, kenapa kamu ga masuk pelajaran matematika tadi?,", A:" saya males belajar matematika bu, kenapa sih belajar itu harus serius-serius banget, cepet tua tau bu klo belajar serius-serius, saya males ketemu gurunya". saya: " itu menurut kamu ajah kali, gurunya asyik ko klo ngajarin ga serius banget", A: "apaan, serius buu", saya: "nggak, udah besok kamis masuk saya yang ngajar koq, klo ama saya kamu males juga?", A: " ohh Ibu yang ngajar?, yaudah InsyaAllah saya masuk besok kamis".
tiba-tiba siswa yang satu katakan B, mendekati saya dan berbicara:"Bu, saya mah ga bisa matematika tau bu, saya trauma belajar matematika", saya:"trauma kenapa?', B:"saya waktu SMP kelas 1 punya guru matematika yang galak bu, makanya saya waktu SMP ga pernah belajar matematika, setiap pelajaran matematika saya nulis Al-Quran dari kelas 1 sampai kelas 3". saya: "lho koq gtu, jangan trauma matematika itu penting tau, dalam kehidupan sehari-hari kan kita ga lepas dari matematika, nanti klo kamu kuliah kan pasti ada matematikanya juga, kalo kamu kerja kan yang di tes juga matematikanya, jangan gtu ya, nanti klo saya yang ngajar kamu mau kan belajar ama saya?", B:"iya dch bu mau". saya: "janji ya, nanti hari kamis kamu masuk dan belajar ama saya". B: "iya bu saya janji mau belajar".

ya Allah, miris banget mendengar pengakuan mereka, ternyata bagi kebanyakan siswa matematika itu salah pelajaran yang menakutkan, membosankan, sering siswa malas untuk belajar matematika. kenapa hal ini terjadi?, yaa, salah satunya adalah kurangnya motivasi dari seorang guru pada siswanya, kadang tidak semua siswa mempunyai keadaan psikologi yang baik, kita sebagai seorang guru perlu melakukan pendekatan kepada siswa agar mengetahui minimal sedikit tentang psikologinya, seperti halnya trauma, trauma itu sangat sulit untuk dihilangkan, selain itu juga, dalam mengajar seorang guru harus bisa mengajar dengan berbagai metode, strategi maupun model-model pembelajaran yang membuat siswa enjoy, tidak tertekan, sehingga psikologinya juga dapat membaik, dengan melakukan berbagai metode pembelajaran siswa juga tidak cepat bosan dengan pembelajaran.
disamping itu, seorang guru juga harus bisa bersikap ramah, dalam kelas kita tidak hanya sebagai guru saja, kita juga diharapkan bisa menjadi orang tua bahkan teman yang menyenangkan bagi mereka. ini adalah tantangan bagi semua guru khususnya guru matematika, yang samapai saat ini masih menduduki peringkat pertama sebagi guru yang menakutkan di kalangan pelajar.
dalam mengajar, ketegasan itu perlu, tapi tegas disini bukan berarti sebagi guru yang galak, guru yang selalu menghukum siswanya saat mereka tidak bisa menyelesaikan soal matematika. tegas disini adalah tegas dalam hal mendidik, mendidik siswa untuk menjadi baik, dengan ketegasan pula seorang guru tidak dipandang sebelah mata oleh siswanya.

semoga kita semua adalah guru-guru yang menyenangkan yang bisa mendidik siswanya hingga siswa kita menjadi orang yang pintar, bahkan lebih pintar dari kita dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.:)

Love PPKT

Sudah satu bulan saya berada di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, begitu berwarna hari-hari yang saya lalui, banyak pelajaran yang sangat bermanfaat khususnya dari guru pamong saya yang cantik (Ibu Diah Rahmawati, S.Pd). rasanya saya tak ingin  meninggalkan sekolah ini.
saat pertama bertemu dengan teman-teman kelompok PPKT, saya merasa nantinya saya tidak bisa tertawa lepas seperti saat bersama "Ecekebrek", tapi ternyata tidak, mereka adalah teman-teman yang sangat menyenangkan meskipun kadang ada sedikit selisih paham.
di SMA Muhammadiyah 8, saya beruntung karena telah dipertemukan dengan guru-guru yang luar biasa, guru-guru yang bisa membedakan mana waktu untuk bercanda dan mana waktu untuk serius, banyak pelajaran yang saya dapatkan disana, bertemu dengan mereka adalah suatu hal terindah dalam hidup saya, mereka tidak pernah membeda-bedakan kami sebagai mahasiswa PPKT, bahkan sebaliknya mereka semua dapat membaur dengan kami, sehingga kami tidak canggung berada diantara mereka.
satu bulan yang saya lalui ini tiap harinya adalah pelajaran bagi saya, karena tiap hari saya mendapat masukan, mendapat cerita dari pengalaman-pengalaman guru-guru yang hebat itu, bukan hanya pelajaran tentang pendidikan yang saya dapatkan tetapi juga pelajaran tentang kehidupan bahkan agama. disana juga saya bertemu dengan siswa-siswa yang beraneka ragam, siswa-siswa yang hebat meskipun kadang sedikit nakal, disana saya mengajar XI IPA, XA, dan XB, sempat juga mengajar di kelas XI IPS tapi tak berlanjut, sangat senang rasanya bisa mengajar mereka, siswa-siswa yang mau belajar, siswa-siswa yang mau bertanya jika ada kesulitan, dan siswa-siswa yang bisa menjadi teman bahkan adik saya.
sungguh masa yang tidak dapat dilupakan.
mudah-mudahan kebersamaan ini akan terus berlanjut dan tidak akan terputus dengan berakhirnya PPKT.