Jumat, 02 Maret 2012

PR untuk Guru Matematika

selasa, 29 februari lalu ada dua orang anak SMA yang mendekati saya saat saya sedang duduk, kedua siswa itu adalah siswa yang saya ajar di kelas XB tempat saya PPKT (Praktek Profesi Keguruan Terpadu), saya menegur siswa yang pertama katakan saja A, saya: "A, kenapa kamu ga masuk pelajaran matematika tadi?,", A:" saya males belajar matematika bu, kenapa sih belajar itu harus serius-serius banget, cepet tua tau bu klo belajar serius-serius, saya males ketemu gurunya". saya: " itu menurut kamu ajah kali, gurunya asyik ko klo ngajarin ga serius banget", A: "apaan, serius buu", saya: "nggak, udah besok kamis masuk saya yang ngajar koq, klo ama saya kamu males juga?", A: " ohh Ibu yang ngajar?, yaudah InsyaAllah saya masuk besok kamis".
tiba-tiba siswa yang satu katakan B, mendekati saya dan berbicara:"Bu, saya mah ga bisa matematika tau bu, saya trauma belajar matematika", saya:"trauma kenapa?', B:"saya waktu SMP kelas 1 punya guru matematika yang galak bu, makanya saya waktu SMP ga pernah belajar matematika, setiap pelajaran matematika saya nulis Al-Quran dari kelas 1 sampai kelas 3". saya: "lho koq gtu, jangan trauma matematika itu penting tau, dalam kehidupan sehari-hari kan kita ga lepas dari matematika, nanti klo kamu kuliah kan pasti ada matematikanya juga, kalo kamu kerja kan yang di tes juga matematikanya, jangan gtu ya, nanti klo saya yang ngajar kamu mau kan belajar ama saya?", B:"iya dch bu mau". saya: "janji ya, nanti hari kamis kamu masuk dan belajar ama saya". B: "iya bu saya janji mau belajar".

ya Allah, miris banget mendengar pengakuan mereka, ternyata bagi kebanyakan siswa matematika itu salah pelajaran yang menakutkan, membosankan, sering siswa malas untuk belajar matematika. kenapa hal ini terjadi?, yaa, salah satunya adalah kurangnya motivasi dari seorang guru pada siswanya, kadang tidak semua siswa mempunyai keadaan psikologi yang baik, kita sebagai seorang guru perlu melakukan pendekatan kepada siswa agar mengetahui minimal sedikit tentang psikologinya, seperti halnya trauma, trauma itu sangat sulit untuk dihilangkan, selain itu juga, dalam mengajar seorang guru harus bisa mengajar dengan berbagai metode, strategi maupun model-model pembelajaran yang membuat siswa enjoy, tidak tertekan, sehingga psikologinya juga dapat membaik, dengan melakukan berbagai metode pembelajaran siswa juga tidak cepat bosan dengan pembelajaran.
disamping itu, seorang guru juga harus bisa bersikap ramah, dalam kelas kita tidak hanya sebagai guru saja, kita juga diharapkan bisa menjadi orang tua bahkan teman yang menyenangkan bagi mereka. ini adalah tantangan bagi semua guru khususnya guru matematika, yang samapai saat ini masih menduduki peringkat pertama sebagi guru yang menakutkan di kalangan pelajar.
dalam mengajar, ketegasan itu perlu, tapi tegas disini bukan berarti sebagi guru yang galak, guru yang selalu menghukum siswanya saat mereka tidak bisa menyelesaikan soal matematika. tegas disini adalah tegas dalam hal mendidik, mendidik siswa untuk menjadi baik, dengan ketegasan pula seorang guru tidak dipandang sebelah mata oleh siswanya.

semoga kita semua adalah guru-guru yang menyenangkan yang bisa mendidik siswanya hingga siswa kita menjadi orang yang pintar, bahkan lebih pintar dari kita dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar